Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN) menyelenggarakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Aula Ar-Rozak, Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu, 26 September 2026. Acara ini menjadi momentum berkumpulnya warga asal Demak yang berdomisili di ibu kota untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperingati hari kelahiran Rasulullah.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Walisongo hadir dan memberikan pesan mendalam bagi para anggota paguyuban serta warga Demak yang hadir. Beliau menekankan pentingnya bagi masyarakat, terutama mereka yang berada di perantauan, untuk tetap menjaga dan melestarikan akar budaya serta identitas daerah asal mereka.
Menurut Rektor UIN Walisongo, menjaga nilai-nilai lokal bukan berarti menutup diri dari kemajuan zaman, melainkan menjadi pondasi moral agar masyarakat tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi yang kian deras. Beliau berharap warga Demak dapat terus membawa semangat kegotongroyongan dan nilai-nilai religiusitas yang menjadi ciri khas daerahnya ke mana pun mereka pergi.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ritual keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi wadah penguatan jejaring sosial antarwarga Demak Bintoro Nusantara. Dengan menjaga akar daerah, masyarakat diyakini akan memiliki ketahanan mental dan sosial yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di kota besar seperti Jakarta.
Kabupaten Demak sendiri dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di tanah Jawa, terutama melalui peran penting Walisongo. Warisan sejarah sebagai kota santri dan pusat kebudayaan Islam menjadikan Demak memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara nilai spiritualitas dan adat istiadat yang telah turun-temurun diwariskan kepada generasi penerusnya.






