Midea Building Technologies (MBT) bersiap membawa terobosan terbaru dalam manajemen suhu pusat data pada ajang Data Centre World Asia 2026. Dalam pameran teknologi yang dijadwalkan berlangsung pada 29 hingga 30 mendatang, MBT akan memperkenalkan inovasi yang diklaim sebagai pertama di industrinya, yakni "Power-Cooling Hyperconvergence Architecture".
Arsitektur baru ini dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi energi dan manajemen panas yang semakin kompleks di pusat data modern. Dengan mengintegrasikan sistem daya dan pendinginan dalam satu ekosistem yang terpadu, Midea berupaya menciptakan solusi yang lebih ramping, responsif, dan mampu mengoptimalkan konsumsi listrik secara signifikan dibandingkan dengan metode konvensional.
Kehadiran teknologi Power-Cooling Hyperconvergence ini menjadi langkah strategis Midea dalam mendukung keberlanjutan operasional infrastruktur digital. Fokus utama dari pengembangan arsitektur ini adalah untuk meminimalkan pemborosan energi tanpa mengorbankan performa pendinginan, sehingga risiko overheat pada server dapat ditekan seminimal mungkin meskipun beban kerja pusat data terus meningkat.
Melalui partisipasinya di Data Centre World Asia 2026, Midea Building Technologies berharap dapat menunjukkan bagaimana integrasi cerdas antara sistem energi dan pendingin dapat menjadi standar baru dalam membangun pusat data yang ramah lingkungan dan efisien. Inovasi ini diharapkan mampu menarik minat para pengelola data center yang saat ini tengah berupaya menurunkan biaya operasional sekaligus mengurangi jejak karbon mereka.
Secara umum, pusat data merupakan infrastruktur kritis yang membutuhkan daya listrik besar dan sistem pendinginan intensif untuk menjaga suhu perangkat keras tetap stabil. Seiring dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan, permintaan akan efisiensi energi di pusat data menjadi isu global yang mendesak guna mencegah pemanasan global dan menekan biaya listrik skala industri.






