Sekretariat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menyatakan keprihatinan mendalam atas terjadinya kebakaran hutan hebat yang melanda wilayah Asia Tenggara. Bencana lingkungan ini tidak hanya menyebabkan kerusakan ekosistem yang masif, tetapi juga memicu munculnya kabut asap lintas batas yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat di kawasan tersebut.
Menanggapi situasi kritis ini, RSPO menekankan bahwa diperlukan tindakan cepat dan terkoordinasi untuk memadamkan api serta mengendalikan penyebaran asap. Pihak RSPO menilai bahwa penanganan yang lambat hanya akan memperparah kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko kesehatan bagi jutaan orang yang tinggal di wilayah terdampak.
Dalam pernyataannya, RSPO mendorong adanya kerja sama yang lebih erat antarnegara di Asia Tenggara guna mengatasi permasalahan kabut asap lintas batas. Hal ini dianggap krusial mengingat kebakaran hutan seringkali tidak mengenal batas administrasi negara, sehingga solusi yang diambil harus bersifat kolektif dan terintegrasi.
Selain mendesak langkah darurat, RSPO juga menekankan pentingnya penerapan praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Upaya pencegahan jangka panjang, seperti penghapusan praktik pembakaran lahan untuk pembukaan area perkebunan, menjadi kunci utama agar bencana serupa tidak terus berulang setiap tahunnya.
Sebagai organisasi yang berkomitmen pada standar keberlanjutan minyak sawit, RSPO menegaskan bahwa perlindungan terhadap hutan alam dan lahan gambut adalah prioritas utama. Mereka berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan pelaku industri, dapat bersinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang di kawasan Asia Tenggara.






