Kementerian Luar Negeri Rusia melaporkan adanya peningkatan jumlah korban jiwa dari kalangan warga sipil akibat serangan yang dilancarkan oleh pasukan Ukraina. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 41 warga sipil meninggal dunia dalam kurun waktu satu pekan terakhir.
Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Rodion Miroshnik, yang menjabat sebagai Duta Besar Keliling di Kementerian Luar Negeri Rusia, melalui kantor berita TASS pada Selasa. Miroshnik menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut telah menyebabkan dampak fatal bagi penduduk non-kombatan di wilayah terdampak.
Laporan ini menjadi bagian dari rangkaian klaim yang terus muncul di tengah konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina. Pihak Rusia menekankan bahwa serangan yang menyasar wilayah pemukiman warga sipil merupakan pelanggaran serius, meski di sisi lain, kedua belah pihak dalam konflik ini saling tuduh telah melakukan tindakan serupa terhadap warga sipil masing-masing.
Situasi di lapangan tetap tegang dengan intensitas serangan yang tidak kunjung mereda. Korban jiwa yang dilaporkan mencakup berbagai kelompok usia, yang menunjukkan risiko tinggi bagi penduduk yang masih bertahan di wilayah konflik. Pihak Rusia mendesak perhatian internasional terhadap jatuhnya korban sipil dalam operasi militer yang dilakukan oleh Ukraina.






