Maroko mencetak sejarah baru dalam struktur pemerintahan negaranya dengan penunjukan Fatima Zahra Mansouri sebagai Perdana Menteri. Langkah ini menandai tonggak penting bagi representasi perempuan dalam kepemimpinan tertinggi di negara Afrika Utara tersebut.
Penunjukan Mansouri dilakukan setelah partai politik yang menaunginya, yang berhaluan kanan-tengah, berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan umum parlemen yang digelar pekan lalu. Keberhasilan partai tersebut di kotak suara menjadi mandat utama bagi Mansouri untuk memimpin pemerintahan dalam periode mendatang.
Langkah berani ini dipandang sebagai upaya transformasi politik di Maroko, di mana peran perempuan dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat nasional mulai mendapatkan ruang yang lebih luas. Meskipun tantangan politik di kawasan tersebut cukup kompleks, penunjukan Mansouri diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam pengelolaan administrasi negara.
Sebagai pemimpin pemerintahan yang baru, Mansouri kini mengemban tanggung jawab besar untuk menyusun kabinet dan menjalankan program kerja yang telah dijanjikan oleh partainya selama kampanye pemilihan umum. Dukungan dari mayoritas parlemen menjadi modal utama bagi Mansouri dalam mengawal kebijakan publik dan menjaga stabilitas politik dalam negeri.






