Kinerja sektor manufaktur Indonesia menunjukkan tren positif pada September 2026. Berdasarkan data terbaru, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berhasil mencatatkan angka 52,4, yang menandakan terjadinya ekspansi dalam aktivitas produksi industri nasional.
Kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan yang signifikan, mengingat pada bulan sebelumnya sektor manufaktur sempat mengalami kontraksi. Pergeseran dari zona penurunan menuju zona pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri para manajer pembelian dalam mengelola operasional pabrik dan produksi mereka.
Faktor utama yang mendorong kebangkitan indeks manufaktur kali ini adalah kuatnya permintaan dari pasar luar negeri. Laju ekspor yang meningkat menjadi motor penggerak utama yang menopang pertumbuhan sektor ini, sehingga mampu menarik kembali performa industri manufaktur ke jalur ekspansi.
Dengan angka PMI yang berada di atas level 50, hal ini mengonfirmasi bahwa aktivitas manufaktur sedang tumbuh. Peningkatan pesanan ekspor memberikan dampak domino terhadap peningkatan volume produksi di berbagai lini industri, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas ekonomi di sektor riil.






