PT Sido Muncul menyatakan dukungannya agar perayaan Mooncake Festival di Kota Semarang dapat dikembangkan menjadi sebuah agenda wisata tahunan. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan daya tarik kota tersebut bagi para wisatawan, baik yang berasal dari dalam maupun luar daerah.
Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengungkapkan bahwa potensi budaya yang terkandung dalam festival kue bulan ini sangat besar untuk dikelola secara profesional sebagai daya tarik wisata. Dengan menjadikannya acara rutin tahunan, diharapkan arus kunjungan wisatawan ke Semarang akan meningkat, yang pada gilirannya dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Upaya pengembangan festival ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi juga mampu mengintegrasikan berbagai unsur seni dan budaya yang ada di Semarang. Dengan pengemasan acara yang lebih menarik dan terorganisir, Mooncake Festival diprediksi mampu bersaing dengan berbagai destinasi wisata budaya lainnya di Jawa Tengah.
Keterlibatan sektor swasta seperti Sido Muncul dalam mendorong kegiatan budaya ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam memajukan sektor pariwisata. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem wisata yang berkelanjutan dan memperkuat identitas Semarang sebagai kota yang kaya akan akulturasi budaya.
Semarang dikenal sebagai salah satu kota di Indonesia yang memiliki sejarah panjang akulturasi budaya, terutama antara etnis Tionghoa dan Jawa. Hal ini terlihat jelas dari berbagai bangunan bersejarah seperti Kelenteng Sam Poo Kong dan kawasan Kota Lama, yang hingga kini menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara saat mengunjungi ibu kota Jawa Tengah tersebut.






