Sejumlah tokoh media sosial asal Uni Emirat Arab (UEA) memberikan apresiasi terhadap sikap delegasi negaranya dalam forum Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pujian tersebut muncul setelah delegasi UEA memutuskan untuk tetap berada di dalam ruang sidang saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pidatonya.
Salah satu influencer terkemuka, Ahmed Khalifa, secara terbuka menyatakan kekagumannya atas tindakan tersebut. Menurutnya, keputusan untuk tidak melakukan aksi walk-out merupakan bentuk kedewasaan dalam berdiplomasi. Khalifa menilai bahwa tetap mendengarkan pidato pemimpin negara lain, meskipun terdapat perbedaan pandangan yang tajam, adalah langkah yang tepat dalam menjaga etika forum internasional.
Langkah delegasi UEA ini menjadi sorotan karena banyak negara lain yang memilih untuk meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah Israel di wilayah konflik. Namun, bagi para pendukung sikap UEA, tindakan tetap berada di ruangan tersebut dipandang sebagai strategi diplomasi yang lebih efektif daripada sekadar melakukan aksi protes fisik.
Konteks ini menunjukkan bagaimana UEA berupaya memposisikan dirinya sebagai mediator yang moderat di kawasan Timur Tengah. Sebagai salah satu negara Teluk yang telah menandatangani Abraham Accords, UEA memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, namun tetap secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan solusi dua negara untuk perdamaian abadi di kawasan tersebut.






