Sutradara film dokumenter NAZA, Yuval Abraham, melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait keterlibatannya dalam konflik yang terjadi di Jalur Gaza. Abraham menyoroti peran AS yang dianggap memberikan dukungan finansial bagi operasi militer Israel yang mengakibatkan kerusakan masif di wilayah tersebut.
Pernyataan keras ini disampaikan oleh Abraham dalam rangkaian acara pemutaran filmnya yang berlangsung di Amerika Utara. Menurutnya, dukungan dana dari AS secara tidak langsung berkontribusi terhadap penghancuran infrastruktur dan pemukiman warga di Gaza, yang pada akhirnya memperparah krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Melalui karya dokumenternya, Abraham berupaya mengungkap realitas di lapangan dan mengajak audiens untuk melihat dampak nyata dari kebijakan politik serta bantuan militer internasional terhadap warga sipil. Ia menekankan bahwa tanggung jawab moral atas kerusakan di Gaza tidak hanya berada pada pelaku serangan, tetapi juga pada negara-negara yang memfasilitasi aksi tersebut melalui bantuan dana dan persenjataan.
Kritik ini muncul di tengah tekanan global yang semakin meningkat terhadap pemerintah AS agar meninjau kembali kebijakan luar negerinya di Timur Tengah. Banyak pihak mendesak adanya penghentian bantuan militer guna mendorong gencatan senjata dan mengakhiri penderitaan warga sipil di Gaza yang telah berlangsung lama.






