Kawasan Negara Bagian Rakhine di Myanmar kembali menjadi saksi kekejaman serangan udara yang diluncurkan oleh militer pemerintah. Berdasarkan laporan yang diterima, serangan udara tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam skala besar, dengan estimasi mencapai 50 orang meninggal dunia.
Target serangan udara kali ini dilaporkan mengenai kawasan pasar yang saat itu tengah ramai dikunjungi oleh warga setempat. Akibatnya, banyak warga sipil yang tidak bersalah terjebak dalam ledakan dan serangan mematikan tersebut. Insiden ini menambah daftar panjang jatuhnya korban non-kombatan dalam konflik internal yang terus berkecamuk di wilayah tersebut.
Serangan terhadap fasilitas umum dan pusat keramaian seperti pasar menunjukkan eskalasi kekerasan yang semakin mengkhawatirkan. Hingga saat ini, situasi di lapangan dilaporkan masih mencekam, sementara proses evakuasi korban terus dilakukan di tengah keterbatasan akses dan ancaman serangan susulan.
Konflik di Myanmar telah mengalami peningkatan signifikan sejak kudeta militer beberapa tahun lalu, yang memicu perlawanan dari berbagai kelompok etnis dan demokratis di berbagai wilayah, termasuk Rakhine. Negara Bagian Rakhine sendiri merupakan wilayah yang kompleks karena menjadi tempat tinggal bagi etnis Rohingya dan komunitas lokal lainnya, di mana ketegangan sektarian dan perebutan kekuasaan sering kali berujung pada krisis kemanusiaan yang mendalam serta pengungsian massal.






