Dunia kecantikan saat ini tengah mengalami pergeseran paradigma yang cukup signifikan. Jika sebelumnya riasan wajah yang tebal dan mencolok atau 'bold' menjadi primadona, kini tren tersebut mulai ditinggalkan oleh banyak orang. Sebagai gantinya, muncul sebuah konsep baru yang dikenal dengan istilah skinimalisme.
Menurut pakar tata rias, Drishti Madnani, tren skinimalisme menekankan pada penggunaan produk kecantikan yang lebih minimalis namun memberikan dampak maksimal. Fokus utama dari pendekatan ini bukan lagi untuk menutupi kekurangan wajah dengan lapisan kosmetik yang tebal, melainkan untuk menonjolkan kesehatan kulit alami.
Salah satu ciri khas dari tren ini adalah tampilan kulit yang tampak berkilau atau 'glowy'. Alih-alih menggunakan foundation berat yang memberikan efek matte sempurna, pengguna kini lebih memilih produk yang memberikan kesan segar, lembap, dan bercahaya. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kulit (skincare) dibandingkan sekadar menutupi wajah dengan riasan (makeup).
Perubahan preferensi ini menunjukkan bahwa definisi kecantikan kini lebih mengarah pada aspek kesehatan dan kenyamanan. Riasan yang tampak ringan tidak hanya memberikan kesan yang lebih muda dan alami, tetapi juga dianggap lebih praktis untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan mengadopsi prinsip 'less is more', seseorang dapat tetap tampil menarik tanpa harus merasa terbebani oleh proses aplikasi riasan yang rumit dan berlapis-lapis.






