Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi menyerukan adanya langkah-langkah konkret untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Fokus utama dari seruan ini adalah untuk memastikan stabilitas dan kelancaran arus lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia.
Dalam pernyataan resminya, UEA menekankan bahwa kawasan tersebut saat ini sedang berada dalam fase perubahan yang signifikan dan menghadapi risiko perpecahan yang semakin tajam. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menurunkan tensi konflik guna menghindari dampak negatif yang lebih luas, terutama yang berkaitan dengan keamanan maritim dan stabilitas ekonomi regional.
Selat Hormuz memiliki peran strategis sebagai jalur utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair dari Teluk Persia menuju pasar global. Gangguan sekecil apa pun di wilayah perairan ini dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga energi dunia dan mengganggu rantai pasok perdagangan internasional. UEA menilai bahwa dialog dan diplomasi adalah jalan utama untuk mengatasi perselisihan antarnegara di kawasan tersebut.
Langkah deeskalasi yang diminta UEA diharapkan dapat menciptakan iklim keamanan yang lebih kondusif, sehingga aktivitas ekonomi dan navigasi kapal-kapal tanker dapat berjalan tanpa hambatan. Stabilitas di Selat Hormuz bukan hanya kepentingan negara-negara Teluk, melainkan juga kepentingan komunitas internasional dalam menjaga ketahanan energi global.






