Uni Eropa (UE) menyatakan sikap tegas untuk tetap mengutuk tindakan agresif Rusia dalam perang di Ukraina pada pertemuan puncak G20 mendatang. Sikap ini tetap akan diambil terlepas dari kehadiran Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam forum tersebut.
Keputusan ini muncul setelah adanya undangan resmi yang dikirimkan oleh Amerika Serikat kepada Presiden Putin untuk menghadiri KTT G20 yang dijadwalkan berlangsung di Miami. Meskipun terdapat undangan tersebut, negara-negara anggota Uni Eropa sepakat untuk tidak mengabaikan isu kemanusiaan dan kedaulatan wilayah yang terganggu akibat konflik di Ukraina.
Langkah Uni Eropa ini dipandang sebagai upaya untuk memberikan tekanan diplomatik secara terbuka di hadapan pemimpin dunia lainnya. Dengan menyuarakan kecaman secara kolektif, UE berharap dapat memperkuat solidaritas internasional dalam menuntut penghentian kekerasan dan penarikan pasukan Rusia dari wilayah Ukraina.
Kehadiran Putin di Miami diprediksi akan menjadi salah satu titik perhatian utama dalam agenda G20. Namun, bagi Uni Eropa, forum ekonomi terbesar di dunia ini bukan hanya menjadi tempat koordinasi fiskal dan moneter, melainkan juga panggung penting untuk menegaskan kepatuhan terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.
KTT G20 sendiri merupakan forum kerja sama ekonomi internasional utama yang terdiri dari negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Pertemuan ini secara rutin menjadi wadah diskusi mengenai stabilitas keuangan global, perubahan iklim, serta isu-isu geopolitik yang berdampak luas terhadap ekonomi dunia, termasuk dampak inflasi dan krisis energi yang dipicu oleh ketegangan politik antarnegara.






