Denny Indrayana mengungkapkan bahwa upayanya dalam mencari informasi terkait riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka tidak membuahkan hasil. Proses penelusuran ini dilakukan dengan mengirimkan surat resmi kepada sejumlah lembaga pendidikan yang diduga menjadi tempat studi Gibran di masa lalu.
Namun, langkah administratif tersebut justru membentur tembok besar. Denny mengaku tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan atau kejelasan informasi dari pihak lembaga pendidikan yang dituju. Kondisi ini membuatnya merasa berada di titik buntu dalam upaya memverifikasi detail perjalanan akademik Gibran.
Ketidakterbukaan atau minimnya respons dari institusi pendidikan tersebut menjadi hambatan utama bagi Denny dalam menggali data lebih lanjut. Hal ini memicu pertanyaan mengenai transparansi informasi akademik yang seharusnya bisa diakses untuk kepentingan verifikasi publik, terutama bagi tokoh yang memiliki peran strategis dalam pemerintahan.
Denny menekankan bahwa surat-surat tersebut dikirimkan sebagai bagian dari upaya mencari fakta objektif. Sayangnya, ketiadaan respons yang konkret membuat proses pencarian data tersebut terhenti tanpa ada kejelasan informasi yang bisa dipublikasikan kepada masyarakat luas.






