Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis terpantau terjadi pada awal Oktober. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, terdapat fluktuasi harga pada beberapa bahan pokok yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.
Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan signifikan adalah cabai rawit. Berdasarkan pantauan harga per 1 Oktober, harga cabai rawit menyentuh angka Rp101.550 per kilogram. Tingginya harga cabai rawit ini menjadi perhatian karena merupakan salah satu bahan baku utama dalam masakan rumah tangga maupun industri kuliner di Indonesia.
Selain cabai rawit, harga telur ayam juga mengalami penyesuaian. Saat ini, harga telur ayam tercatat berada di level Rp29.150 per kilogram. Meskipun tidak setinggi lonjakan harga cabai, pergerakan harga telur ayam tetap berdampak pada pengeluaran konsumsi rumah tangga, mengingat telur merupakan sumber protein hewani yang paling terjangkau bagi sebagian besar masyarakat.
Data yang dikelola oleh Bank Indonesia melalui PIHPS Nasional ini berfungsi sebagai instrumen pemantauan harga pangan secara real-time di berbagai wilayah. Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil langkah stabilisasi harga serta membantu konsumen dalam merencanakan belanja kebutuhan pokok agar tetap efisien di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Kenaikan harga pangan, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai, seringkali dipengaruhi oleh faktor musiman, kondisi cuaca yang ekstrem, serta kendala dalam rantai distribusi dari petani ke pasar. Ketidakstabilan harga pangan pokok secara umum dapat memberikan tekanan pada inflasi pangan, yang pada akhirnya berdampak pada daya beli masyarakat menengah ke bawah.






