Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh beredarnya sebuah selebaran digital atau flyer yang menginformasikan rencana pelaksanaan pawai komunitas LGBT di kawasan Pantai Losari, Makassar. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu beragam reaksi dari warganet yang merasa terkejut dengan rencana kegiatan tersebut.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, pemilik akun media sosial yang mengunggah flyer tersebut akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak bertanggung jawab atas konten yang beredar. Pemilik akun tersebut mengaku bahwa akun media sosial miliknya telah dibajak oleh pihak lain, sehingga pihak tidak bertanggung jawab dapat mengunggah konten tersebut tanpa seizinnya.
Klaim mengenai pembajakan akun ini kini tengah menjadi fokus perhatian pihak kepolisian. Aparat penegak hukum telah memulai penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi siapa sebenarnya sosok di balik pembuatan dan penyebaran flyer tersebut. Polisi berupaya melacak jejak digital untuk memastikan apakah benar terjadi peretasan atau ada motif lain di balik unggahan provokatif tersebut.
Langkah penyelidikan ini diambil guna mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat, mengingat isu terkait LGBT seringkali menjadi topik yang sensitif di wilayah Makassar dan sekitarnya. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya di media sosial.
Pantai Losari sendiri merupakan salah satu ikon wisata paling populer di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang sering menjadi pusat kegiatan publik dan tempat berkumpulnya warga. Sebagai kawasan terbuka yang menjadi wajah kota, segala bentuk kegiatan massal di lokasi ini biasanya memerlukan koordinasi ketat dengan pemerintah setempat dan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban umum.






