Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menekankan pentingnya peningkatan ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai risiko bencana, khususnya bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Hal ini disampaikan dalam rangka memastikan bahwa proses pembangunan yang sedang berjalan di wilayah tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Menurut Bima Arya, penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan daerah menjadi kunci utama agar dampak kerusakan akibat bencana dapat diminimalisir. Ia menilai bahwa ketangguhan daerah bukan sekadar soal penanganan darurat saat bencana terjadi, melainkan strategi jangka panjang dalam perencanaan pembangunan yang berbasis risiko.
Langkah preventif ini dinilai krusial demi menjaga keberlangsungan hidup dan kesejahteraan generasi mendatang. Dengan infrastruktur dan sistem tata kelola yang tangguh bencana, diharapkan pembangunan ekonomi dan sosial di Sumatera Barat tidak terhambat oleh gangguan bencana alam yang kerap melanda wilayah tersebut.
Wamendagri berharap Pemprov Sumbar dapat mengintegrasikan aspek pengurangan risiko bencana ke dalam setiap kebijakan pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penentu dalam menciptakan lingkungan yang aman dan resilien bagi seluruh warga Sumatera Barat.
Sumatera Barat secara geografis memang dikenal sebagai wilayah dengan tingkat risiko bencana alam yang cukup tinggi di Indonesia. Letak wilayahnya yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif serta keberadaan gunung berapi membuat provinsi ini rentan terhadap gempa bumi, tsunami, hingga tanah longsor. Oleh karena itu, penerapan konsep pembangunan berkelanjutan yang berbasis mitigasi bencana menjadi standar penting dalam perencanaan wilayah di daerah rawan bencana.






