Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan tanggapan resmi terkait beredarnya video viral yang memperlihatkan seorang mutawif diduga melakukan penghinaan terhadap jamaah lansia. Pernyataan ini disampaikan Dahnil saat ditemui di Istana pada Senin (28/9).
Menanggapi kejadian tersebut, Dahnil menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap laporan yang beredar di masyarakat. Tindakan tidak terpuji dari oknum pembimbing ibadah atau mutawif dinilai sangat tidak etis, terutama ketika sasarannya adalah jamaah lanjut usia yang seharusnya mendapatkan perlakuan penuh kasih sayang, kesabaran, dan bimbingan yang santun selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Lebih lanjut, Wamenhaj menekankan pentingnya profesionalisme dan etika bagi setiap petugas yang mendampingi jamaah. Menurutnya, peran mutawif bukan sekadar memberikan arahan teknis ibadah, melainkan juga menjadi pelindung dan pendamping yang memberikan kenyamanan psikologis bagi para jamaah. Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh penyelenggara perjalanan ibadah untuk lebih memperketat seleksi dan pengawasan terhadap kualitas pelayanan petugas di lapangan.
Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk terus mengevaluasi standar pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Hal ini dilakukan demi menjaga kekhusyukan ibadah para jamaah serta memastikan bahwa seluruh warga negara yang berangkat ke Tanah Suci mendapatkan pelayanan yang layak dan manusiawi, tanpa terkecuali bagi kelompok rentan seperti lansia.
Sebagai informasi, pelayanan bagi jamaah lansia menjadi perhatian khusus dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah setiap tahunnya. Mengingat tingginya risiko kesehatan dan fisik, jamaah lansia membutuhkan pendampingan ekstra serta pendekatan yang lebih persuasif dan sabar. Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan fasilitas dan pelayanan bagi jamaah, khususnya kelompok prioritas, tetap terjaga kualitasnya.






