Ekonomi

Wamenkeu Juda Agung Sebut Inflasi 3,28 Persen Belum Menggerus Daya Beli Masyarakat

Wamenkeu Juda Agung Sebut Inflasi 3,28 Persen Belum Menggerus Daya Beli Masyarakat

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, memberikan tanggapan terkait angka inflasi tahunan terbaru yang berada di level 3,28 persen. Menurutnya, tingkat kenaikan harga pada angka tersebut dinilai belum memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan daya beli masyarakat secara luas.

Dalam analisisnya, Juda Agung menekankan bahwa stabilitas harga barang dan jasa di pasar masih terjaga sehingga konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap stabil. Pemerintah terus memantau pergerakan harga komoditas pokok guna memastikan bahwa inflasi tidak melonjak ke level yang dapat membebani masyarakat kelas menengah ke bawah.

Lebih lanjut, Wamenkeu menjelaskan bahwa koordinasi antarlembaga, terutama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID), terus diperkuat. Langkah-langkah mitigasi dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pada periode tertentu, seperti menjelang hari besar keagamaan atau dampak dari gangguan distribusi pangan.

Pemerintah optimis bahwa dengan manajemen fiskal yang tepat dan pengawasan pasar yang ketat, tekanan inflasi dapat dikendalikan. Hal ini menjadi krusial mengingat konsumsi domestik merupakan salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional yang harus dijaga momentumnya agar tetap positif.

#Inflasi#Ekonomi Indonesia#Kementerian Keuangan#Daya Beli#Kesejahteraan Masyarakat

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →
Wamenkeu Juda Agung Sebut Inflasi 3,28 Persen Belum Menggerus Daya Beli Masyarakat | Portal Solusindo