Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini tidak hanya memicu kekhawatiran terkait disrupsi lapangan kerja, tetapi juga membawa risiko serius bagi fungsi kognitif manusia. Sejumlah ilmuwan mulai memberikan peringatan mengenai fenomena yang disebut sebagai 'agency decay', sebuah kondisi di mana kemampuan otak manusia untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan secara mandiri mengalami penurunan.
Ketergantungan yang terlalu tinggi pada alat berbasis AI dikhawatirkan dapat membuat manusia menjadi pasif. Ketika AI mengambil alih sebagian besar proses analisis, pemecahan masalah, hingga pengambilan keputusan kreatif, otak manusia cenderung kehilangan stimulasi yang diperlukan untuk menjaga ketajaman intelektualnya. Hal ini menciptakan pola perilaku di mana individu lebih memilih jawaban instan dari mesin daripada melalui proses berpikir mendalam.
Kondisi 'agency decay' ini pada dasarnya adalah penurunan agensi atau kemampuan seseorang untuk bertindak secara sengaja dan terarah. Jika dibiarkan, risiko utamanya bukan sekadar kehilangan keterampilan teknis, melainkan tumpulnya kemampuan analisis kritis yang menjadi ciri khas kecerdasan manusia. Para ahli menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan latihan kognitif mandiri agar potensi intelektual manusia tidak tergerus oleh kemudahan yang ditawarkan AI.
Fenomena ini menjadi pengingat penting bahwa meskipun AI dapat meningkatkan efisiensi kerja secara signifikan, peran manusia dalam mengendalikan proses berpikir tetap tidak tergantikan. Tanpa kesadaran untuk tetap aktif secara mental, ketergantungan pada teknologi justru dapat menjadi bumerang yang menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Secara umum, kecerdasan buatan telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, merambah ke berbagai sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga industri kreatif. Meskipun memberikan kemudahan dalam pengolahan data besar dan otomatisasi tugas rutin, para psikolog dan neurosaintis terus meneliti dampak jangka panjang penggunaan teknologi digital terhadap struktur saraf otak dan kesehatan mental manusia.






