PORTALSOLUSINDO
Internasional

10 Tahun Putusan Arbitrase Laut China Selatan, AS dan China 'Saling Serang'

Oleh: Andi PratamaSenin, 13 Juli 2026 pukul 08.44
10 Tahun Putusan Arbitrase Laut China Selatan, AS dan China 'Saling Serang'
[Iklan AdSense 728x90]

10 Tahun Putusan Arbitrase Laut China Selatan, AS dan China 'Saling Serang'

Dalam peringatan 10 tahun putusan arbitrase Laut China Selatan, ketegangan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas. Putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA) di Den Haag pada 12 Juli 2016, menyatakan bahwa klaim China atas sebagian besar Laut China Selatan tidak memiliki dasar hukum. Namun, hingga kini, China masih bersikeras dengan klaimnya yang luas ini.

Amerika Serikat sebagai salah satu negara yang mendukung hukum internasional, menegaskan bahwa keputusan arbitrase tersebut harus dihormati. Dalam beberapa pernyataan terbaru, pejabat AS mengkritik tindakan ekspansi militer China di wilayah yang mereka anggap sebagai zona ekonomi eksklusif negara-negara ASEAN, seperti Filipina dan Vietnam.

Di sisi lain, China mengecam tindakan AS yang mereka anggap sebagai campur tangan dalam urusan internal. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa negara mereka akan terus melindungi kedaulatan dan kepentingan maritimnya.

Reaksi Berbagai Pihak

Berbagai negara di kawasan Asia Tenggara pun menunjukkan reaksi beragam terhadap situasi ini. Beberapa negara seperti Filipina yang memiliki klaim di Laut China Selatan, menyampaikan dukungan terhadap putusan arbitrase tersebut dan meminta agar semua pihak menghormatinya.

  • Filipina: Meminta komunitas internasional untuk bersatu dalam mendukung hukum internasional.
  • Vietnam: Menekankan perlunya dialog dan penyelesaian damai dalam mengatasi sengketa.
  • ASEAN: Mengingatkan pentingnya stabilitas di wilayah tersebut dan mendorong semua pihak untuk menahan diri.

Sementara itu, serangkaian latihan militer yang dilakukan oleh AS dan sekutunya di Laut China Selatan juga menjadi sorotan. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menunjukkan kekuatan dan komitmen AS dalam menjaga keamanan maritim di kawasan tersebut.

Masa Depan Sengketa Laut China Selatan

10 tahun setelah putusan arbitrase, risiko ketegangan di Laut China Selatan tetap tinggi. Dengan meningkatnya aktivitas militer dan ketidakpastian politik, masa depan stabilitas di wilayah ini tetap menjadi tanda tanya. Semua mata kini tertuju pada langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh kedua negara besar ini.

Menurut analisis para ahli, dialog dan diplomasi menjadi kunci untuk mengurangi ketegangan dan menemukan penyelesaian yang dapat diterima semua pihak. Namun, dengan emosi yang tinggi dan kepentingan strategis yang beragam, jalan menuju perdamaian tampak tidak mudah.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.