PORTALSOLUSINDO
Nasional

3 Warga Bandung Barat Tewas Diduga Terkena Ledakan Peluru Mortir

Oleh: Reza RahadianRabu, 08 Juli 2026 pukul 21.42
3 Warga Bandung Barat Tewas Diduga Terkena Ledakan Peluru Mortir
[Iklan AdSense 728x90]

3 Warga Bandung Barat Tewas Diduga Terkena Ledakan Peluru Mortir

Bandung Barat, Indonesia - Tiga warga Bandung Barat dilaporkan tewas dalam insiden ledakan yang diduga disebabkan oleh peluru mortir pada hari Senin (23/10/2023). Kejadian tragis ini mengundang perhatian masyarakat dan pihak berwenang setempat.

Menurut informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi di area pemukiman dekat hutan dimana warga sering melakukan kegiatan sehari-hari. Ledakan yang terdengar cukup keras ini membuat panik warga sekitar dan langsung menghubungi pihak berwenang untuk melaporkan kejadian tersebut.

Korban Identitas dan Kejadian

Para korban yang tewas telah diidentifikasi sebagai Asep (30), Budi (32), dan Citra (28), semuanya merupakan warga dari desa yang sama. Mereka dilaporkan sedang melakukan aktivitas di luar saat tiba-tiba terjadi ledakan yang mematikan ini.

“Kami masih melakukan penyelidikan terkait sumber ledakan. Kami menduga bahwa peluru mortir ini berasal dari sisa-sisa latihan militer yang mungkin tidak terkelola dengan baik,” ujar Kapolres Bandung Barat, AKBP Anton Prasetyo.

Pihak Berwenang Menginvestigasi

Pihak kepolisian dan unit penjangkauan awal dari PBB langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengusutan lebih lanjut dan memastikan keselamatan penduduk setempat. Warga diimbau untuk tidak mendekati area yang dianggap berbahaya.

  • Kapolres Bandung Barat mengungkapkan: “Kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Semua langkah penanganan akan kami lakukan secepatnya.”
  • Pihak pemda setempat juga menggelar rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk menangani pasca kejadian dan memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Kecelakaan Serupa di Masa Lalu

Ini bukan kali pertama ledakan peluru mortir terjadi di kawasan tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2022, sebuah insiden serupa juga terjadi dan mengakibatkan dua orang luka-luka, namun tidak ada korban jiwa. Kejadian-kejadian semacam ini mengindikasikan pentingnya pengawasan terhadap sisa-sisa material militer di area publik.

Warga setempat berharap agar pihak berwenang dapat mengambil langkah cepat dan tepat untuk memastikan keamanan lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.