PORTALSOLUSINDO
Nasional

74 Mahasiswa Statistika Unair Mengaku Kecanduan AI

Oleh: Reza RahadianMinggu, 28 Juni 2026 pukul 00.59
74 Mahasiswa Statistika Unair Mengaku Kecanduan AI
[Iklan AdSense 728x90]

74 Mahasiswa Statistika Unair Mengaku Kecanduan AI

BANDUNG - Sebanyak 74 mahasiswa program studi Statistika Universitas Airlangga (Unair) mengungkapkan ketergantungan mereka terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar. Pengakuan ini terungkap dalam sebuah survei yang dilakukan oleh fakultas terkait pada bulan September 2023.

Dalam survei tersebut, mahasiswa menyatakan bahwa AI telah menjadi alat bantu penting dalam memahami materi kuliah serta menyelesaikan tugas-tugas akademik. Mereka mengaku bahwa berbagai aplikasi berbasis AI, seperti pembelajaran mesin dan alat analisis data, sangat membantu dalam mengolah informasi dan memperoleh hasil yang lebih optimal.

Aplikasi AI dalam Pendidikan

Salah satu mahasiswa, Ahmad Zain, mengungkapkan bahwa penggunaan AI membuat proses belajar menjadi lebih interaktif dan menarik. "Dengan bantuan AI, saya bisa mendapatkan jawaban lebih cepat dan belajar dari berbagai sumber dengan mudah," ujarnya.

Hal ini sejalan dengan laporan penelitian yang menyatakan bahwa aplikasi kecerdasan buatan dapat meningkatkan efisiensi belajar mahasiswa. Alat-alat seperti chatbot dan software analisis statistik telah membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep yang biasanya dianggap rumit.

Dampak Positif dan Negatif

Namun, ketergantungan terhadap AI juga menimbulkan sejumlah pertanyaan. Beberapa dosen khawatir bahwa penggunaan AI yang berlebihan dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis mahasiswa. "Kami mendorong mahasiswa untuk tetap mengembangkan kemampuan analitis mereka tanpa tergantung sepenuhnya pada teknologi," kata Dr. Linda, salah satu dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair.

Dari hasil survei, hampir 30% mahasiswa mengaku merasa sulit untuk belajar tanpa bantuan AI, yang menunjukkan bahwa terdapat dilema antara kenyamanan teknologi dan penguasaan pengetahuan dasar.

Rencana Ke Depan

Menanggapi hal ini, pihak fakultas berencana untuk mengadakan seminar tentang penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam pendidikan. Mereka berharap seminar ini dapat memberikan wawasan tentang cara optimal menggunakan teknologi tanpa mengabaikan kompetensi dasar yang perlu dimiliki mahasiswa.

Sebagai penutup, perkembangan teknologi AI tidak bisa dipungkiri akan terus berlanjut dan menjadi bagian integral dari dunia pendidikan. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk menemukan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pengembangan kemampuan diri.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.