PORTALSOLUSINDO
Nasional

Peneliti: Advokasi Harus Dibangun dari Fakta, Bukan Disinformasi

Oleh: Siti AminahSenin, 29 Juni 2026 pukul 21.38
Peneliti: Advokasi Harus Dibangun dari Fakta, Bukan Disinformasi
[Iklan AdSense 728x90]

Peneliti: Advokasi Harus Dibangun dari Fakta, Bukan Disinformasi

Jakarta, Indonesia - Dalam sebuah seminar yang berlangsung di Jakarta, para peneliti dan pakar komunikasi mengingatkan pentingnya advokasi yang berbasis fakta guna menghadapi tantangan disinformasi yang marak di era digital saat ini. Topik ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kepercayaan publik terhadap informasi yang tidak akurat.

Menurut Dr. Andi Rahman, seorang peneliti senior di Universitas Indonesia, advokasi yang efektif harus didukung oleh data yang valid dan terpercaya. "Ketika kita membangun argumen atau advokasi, penting untuk mengacu pada fakta-fakta yang dapat diverifikasi. Tanpa dasar yang kuat, advokasi kita akan rentan terhadap serangan dari pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan informasi tersebut," ujarnya.

Pada seminar ini, para ahli juga membahas berbagai cara untuk meningkatkan literasi informasi di masyarakat. Dr. Siti Nuraini, salah satu pembicara, menyarankan agar masyarakat lebih kritis dalam menyaring informasi yang diterima. "Masyarakat harus dibekali dengan kemampuan untuk mengenali sumber informasi yang kredibel dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang viral tanpa verifikasi,” jelasnya.

  • Meningkatkan Keberanian Masyarakat untuk Bertanya
  • Mendorong Media untuk Menyajikan Berita yang Berbasis Fakta
  • Mengetahui Cara Melawan Disinformasi

Seminar ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan, termasuk jurnalis, mahasiswa, dan aktivis. Para peserta dibekali dengan strategi untuk mengatasi disinformasi di media sosial dan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan media dalam menciptakan ruang informasi yang lebih sehat.

Di akhir seminar, para pembicara menghimbau kepada peserta agar dapat meneruskan pengetahuan yang didapat kepada komunitas mereka masing-masing. "Mari kita bergerak bersama dalam menciptakan lingkungan informasi yang lebih berlandaskan fakta, karena inilah yang akan menguatkan demokrasi dan memperkuat hak-hak masyarakat," tutup Dr. Rahman.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.