Kondisi infrastruktur jembatan di kawasan Olifeo, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menjadi perhatian serius. Kerusakan fasilitas penyeberangan tersebut dinilai telah menghambat mobilitas masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian di wilayah tersebut.
Menanggapi persoalan ini, Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo, Mesak Nikodemus J. Mbura, memberikan perhatian khusus. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Kupang untuk segera mengambil langkah nyata dalam membenahi jembatan yang rusak tersebut. Menurutnya, akses jalan yang memadai merupakan kebutuhan mendesak bagi para petani agar proses distribusi hasil panen tidak terganggu.
Keterhambatan akses transportasi akibat kerusakan jembatan dipercaya berdampak langsung pada efisiensi waktu dan biaya pengangkutan hasil bumi. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur di wilayah Olifeo dianggap sebagai prioritas guna mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal di Kecamatan Kupang Timur.
Mesak berharap pemerintah tidak menunda-nunda proses rehabilitasi jembatan ini, mengingat besarnya ketergantungan warga terhadap akses jalan tersebut untuk mengangkut komoditas pertanian ke pasar atau pusat pengumpulan. Perbaikan yang cepat diharapkan dapat memulihkan roda ekonomi masyarakat setempat yang sempat terganggu.
Secara umum, pembangunan infrastruktur perdesaan di wilayah Nusa Tenggara Timur memang masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait konektivitas antarwilayah produksi pertanian dengan pasar. Ketersediaan jembatan dan jalan yang layak menjadi faktor kunci dalam menekan biaya logistik pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di daerah terpencil agar hasil produksi mereka memiliki daya saing lebih tinggi.






