Sejumlah sopir truk tronton dan pengemudi kendaraan towing melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Surabaya. Massa yang berkumpul tersebut menyuarakan berbagai tuntutan terkait operasional dan distribusi yang menjadi perhatian para pengemudi kendaraan angkut besar tersebut.
Situasi yang sempat memanas di lokasi aksi akhirnya berangsur kondusif. Massa aksi memutuskan untuk membubarkan diri secara tertib setelah mendapatkan respon dari pihak terkait. Keputusan untuk mengakhiri demonstrasi ini diambil setelah adanya jaminan bahwa aspirasi mereka akan didengar lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembubaran massa terjadi setelah adanya janji pertemuan antara perwakilan sopir truk dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah diskusi untuk mencari solusi atas permasalahan yang dikeluhkan oleh para sopir truk dan towing dalam menjalankan tugas distribusi mereka.
Dengan adanya komitmen untuk berdialog melalui BPH Migas, para pengunjuk rasa memilih untuk menghentikan aksi mereka dan kembali menjalankan aktivitas normal. Proses mediasi ini diharapkan dapat memberikan titik terang bagi kendala lapangan yang dihadapi oleh para pekerja transportasi logistik di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Sektor distribusi energi di Indonesia sangat bergantung pada kelancaran transportasi logistik darat, terutama melalui truk tronton untuk pengiriman BBM dan LPG. BPH Migas sendiri memiliki peran krusial dalam mengawasi pelaksanaan distribusi energi agar tepat sasaran dan tepat jumlah, sehingga stabilitas pasokan energi di berbagai wilayah tetap terjaga guna mendukung roda ekonomi masyarakat.






