Suasana tegang menyelimuti area gedung DPR RI setelah pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Ketegangan muncul ketika sejumlah awak media mencoba meminta waktu kepada calon Kapolri tersebut untuk melakukan sesi tanya jawab guna mengklarifikasi beberapa poin penting.
Namun, Komjen Suyudi memilih untuk tidak melayani permintaan konfirmasi dari para jurnalis yang sudah menunggu kehadirannya. Sikap tertutup ini memicu reaksi spontan dari kerumunan wartawan yang merasa kecewa karena tidak diberikan kesempatan untuk mendapatkan pernyataan resmi usai proses pengujian di parlemen tersebut.
Kekecewaan para awak media tersebut terungkap melalui sorakan "huuuu" yang menggema saat Komjen Suyudi meninggalkan lokasi. Aksi ini menjadi bentuk protes atas minimnya ruang komunikasi yang diberikan oleh calon Kapolri kepada pers, padahal peran media sangat krusial dalam menyampaikan informasi transparansi proses seleksi pemimpin tertinggi kepolisian kepada publik.
Insiden ini terjadi tepat setelah Suyudi menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan dan uji kompetensi di hadapan anggota DPR. Meskipun proses formal di dalam ruangan telah rampung, interaksi di luar ruang sidang justru menyisakan catatan kurang menyenangkan terkait hubungan antara calon pejabat tinggi negara dengan awak media.






