Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh massa dari Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) di kawasan Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya, dilaporkan membawa dampak negatif bagi perekonomian lokal. Penutupan akses jalan utama yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut tersebut menyebabkan terhambatnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penutupan jalan ini mengakibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kehilangan potensi pendapatan yang signifikan. Banyak konsumen yang tidak dapat menjangkau lokasi usaha karena akses jalan yang terputus total akibat aksi massa, sehingga omzet harian mereka menurun drastis.
Akibat dari terhentinya aktivitas jual beli selama periode demonstrasi tersebut, kerugian ekonomi yang dialami oleh warga dan pelaku usaha di kawasan Jagir Wonokromo diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kondisi ini menunjukkan bahwa aksi penyampaian aspirasi di ruang publik, jika dilakukan dengan menutup akses jalan utama, dapat memberikan efek domino yang merugikan sektor ekonomi rakyat kecil.
Para pelaku UMKM berharap agar penyampaian aspirasi di masa mendatang dapat dilakukan tanpa harus melumpuhkan akses transportasi publik, sehingga hak masyarakat untuk mencari nafkah tidak terganggu meskipun ada aksi protes yang berlangsung.






