PORTALSOLUSINDO
Nasional

Amnesty Internasional Desak Kemenhan Usut Meninggalnya 3 Peserta Latsarmil

Oleh: Rizky PratamaJumat, 26 Juni 2026 pukul 14.06
Amnesty Internasional Desak Kemenhan Usut Meninggalnya 3 Peserta Latsarmil
[Iklan AdSense 728x90]

Amnesty Internasional Desak Kemenhan Usut Meninggalnya 3 Peserta Latsarmil

Jakarta, Indonesia - Amnesty Internasional Indonesia mendesak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap meninggalnya tiga peserta latihan dasar militer (Latsarmil) di Indonesia. Kasus ini menarik perhatian publik serta menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai keselamatan peserta dalam pelatihan militer.

Tiga peserta Latsarmil yang meninggal dilaporkan tidak hanya mengalami kondisi kesehatan yang buruk, tetapi juga diduga mengalami tindakan kekerasan selama pelatihan. Hal ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat dan hak asasi manusia.

Panggilan untuk Tindakan

Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, menegaskan bahwa Kemenhan harus bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan para peserta Latsarmil. "Kami menyerukan Kemenhan untuk segera melakukan investigasi independen terhadap kejadian ini dan mengungkapkan hasilnya kepada publik," katanya.

Penyelidikan yang Transparan

Amnesty juga meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan melibatkan pihak ketiga untuk memastikan tidak ada unsur penutupan atau pengaburan fakta. “Tindakan tegas harus diambil jika terdapat pelanggaran yang diakui. Keterlibatan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam pelatihan ini harus diselidiki hingga tuntas,” tambah Usman.

Reaksi dari Publik

Kasus ini memicu berbagai reaksi di media sosial, dengan banyak netizen mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang keselamatan peserta Latsarmil lainnya. “Jangan sampai kejadian ini terulang. Keselamatan peserta harus diutamakan,” tulis salah satu pengguna Twitter.

Selain itu, sejumlah aktivis hak asasi manusia juga meminta masyarakat untuk tidak tinggal diam dan terus mengawasi proses penyelidikan ini. “Kita harus memastikan bahwa hak setiap individu dilindungi, termasuk dalam konteks pelatihan militer,” pungkas seorang aktivis.

Kemenhan Diminta Menanggapi

Sampai berita ini ditulis, pihak Kemenhan belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan yang disampaikan oleh Amnesty Internasional. Publik berharap agar kementerian ini segera memberikan tanggapan atas isu yang menyentuh nyawa dan hak asasi manusia tersebut.

Kematian tiga peserta Latsarmil ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan dan memastikan keselamatan dalam setiap program pelatihan militer, dan menegaskan perlunya adanya evaluasi serta pengawasan yang ketat.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.