Stabilitas pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan para pengamat politik. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah potensi guncangan politik yang mungkin terjadi apabila terjadi perubahan posisi atau pencopotan terhadap figur Wakil Presiden.
Dede Budhyarto, yang dikenal sebagai loyalis Presiden ke-7 RI Joko Widodo, memberikan pandangannya terkait dinamika kekuasaan ini. Menurutnya, posisi Wakil Presiden bukan sekadar pelengkap struktur pemerintahan, melainkan elemen krusial dalam menjaga keseimbangan politik di dalam kabinet dan koalisi pendukung.
Budhyarto menilai bahwa jika Gibran Rakabuming Raka harus lengser atau dicopot dari jabatannya, hal tersebut tidak hanya akan menjadi masalah administratif, tetapi akan berdampak langsung pada legitimasi pemerintahan Prabowo-Gibran. Legitimasi ini sangat penting untuk memastikan program-program pemerintah berjalan lancar tanpa hambatan politik yang berarti dari berbagai faksi.
Lebih lanjut, potensi guncangan hebat yang dimaksud berkaitan dengan kemungkinan terjadinya pergeseran dukungan politik. Mengingat peran strategis Gibran sebagai representasi dari basis pendukung tertentu, ketiadaan sosok tersebut di kursi wakil presiden dikhawatirkan dapat menciptakan ketidakstabilan yang memengaruhi kinerja pemerintahan secara keseluruhan.
Kondisi ini menekankan betapa pentingnya menjaga harmoni antara Presiden dan Wakil Presiden guna menjamin keberlanjutan agenda pembangunan nasional dan menjaga kepercayaan publik terhadap stabilitas politik dalam negeri.






