Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengambil langkah preventif dengan melaksanakan simulasi pengamanan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama penyelenggaraan ajang balap motor dunia, MotoGP Mandalika.
Kegiatan simulasi ini dirancang untuk menguji kesiapan personel di lapangan serta mengoordinasikan strategi penanganan situasi darurat yang mungkin terjadi. Fokus utama dari latihan ini adalah memastikan seluruh prosedur operasional standar dalam pengamanan event skala internasional dapat berjalan dengan efektif dan efisien, sehingga kenyamanan para penonton maupun peserta lomba tetap terjaga.
Dalam pelaksanaannya, simulasi tersebut mencakup berbagai skenario gangguan, mulai dari manajemen arus lalu lintas yang padat hingga penanganan potensi kericuhan di area sekitar sirkuit. Dengan adanya latihan terukur ini, Polda NTB berharap seluruh jajaran petugas dapat merespons setiap kejadian dengan cepat dan tepat, meminimalisir risiko gangguan yang dapat menghambat jalannya acara.
Selain itu, koordinasi antarunit dalam kepolisian serta sinergi dengan instansi terkait menjadi poin penting dalam simulasi ini. Hal tersebut dilakukan agar tercipta satu komando yang solid dalam mengawal seluruh rangkaian acara MotoGP Mandalika, mulai dari tahap persiapan hingga penutupan acara nanti.
Sirkuit Mandalika sendiri merupakan salah satu aset strategis pariwisata Indonesia yang terletak di kawasan ekonomi khusus. Keberhasilan penyelenggaraan event internasional seperti MotoGP tidak hanya berdampak pada citra keamanan Indonesia di mata dunia, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM di wilayah Nusa Tenggara Barat.






