Pihak Kepolisian Republik Indonesia telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di kawasan sekitar Stadion Gelora Bung Karno (GBK) guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan. Langkah preventif ini diambil menyusul rencana penyelenggaraan pertandingan sepak bola antara tim nasional Indonesia melawan Malaysia dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Kawasan GBK diprediksi akan mengalami peningkatan kepadatan kendaraan yang signifikan mengingat besarnya antusiasme pendukung tim nasional Indonesia untuk memadati stadion. Oleh karena itu, petugas kepolisian akan melakukan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran akses menuju lokasi pertandingan serta mencegah terjadinya kemacetan total di jalur-jalur utama.
Pengaturan lalu lintas ini mencakup pengalihan arus di beberapa ruas jalan serta penempatan personel di titik-titik rawan macet. Masyarakat yang berencana menuju kawasan Senayan diimbau untuk memperhatikan rambu-rambu petunjuk jalan yang dipasang petugas dan mengikuti arahan dari personel kepolisian yang berjaga di lapangan.
Selain itu, para penonton sangat disarankan untuk menggunakan moda transportasi umum guna mengurangi beban kendaraan pribadi di sekitar area stadion. Dengan adanya manajemen lalu lintas yang terstruktur, diharapkan mobilitas warga di sekitar kawasan Jakarta Pusat tetap terjaga meskipun terdapat agenda olahraga berskala internasional yang menarik massa dalam jumlah besar.
Stadion Gelora Bung Karno sendiri merupakan stadion nasional utama di Indonesia yang menjadi pusat penyelenggaraan berbagai ajang olahraga dan hiburan skala besar. Sebagai salah satu stadion terbesar di Asia Tenggara, GBK sering kali menjadi titik pusat perhatian massa, sehingga koordinasi antara pengelola stadion, pihak kepolisian, dan Dinas Perhubungan menjadi krusial setiap kali ada pertandingan internasional guna menjaga ketertiban umum dan kelancaran transportasi kota.






