PT Pertamina Patra Niaga tengah memperkuat strategi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Sintang dan sekitarnya. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi muka air Sungai Kapuas yang mengalami penyusutan, yang berpotensi menghambat jalur transportasi logistik air.
Untuk menjaga stabilitas pasokan energi di wilayah tersebut, Pertamina mengoptimalkan fungsi dari Penyangga Tayan. Fasilitas ini berperan krusial sebagai titik distribusi antara yang memastikan ketersediaan stok BBM tetap terjaga meskipun akses transportasi sungai mengalami kendala akibat air surut.
Pengoptimalan Penyangga Tayan dilakukan agar proses pengiriman BBM dari tangki pengangkut ke agen atau SPBU di wilayah Sintang tidak terganggu. Dengan manajemen stok yang lebih ketat dan pemanfaatan fasilitas penyangga secara maksimal, Pertamina berupaya meminimalisir risiko kelangkaan BBM yang dapat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Selain itu, koordinasi intensif terus dilakukan guna memantau fluktuasi debit air sungai secara real-time. Hal ini penting agar jadwal pengiriman dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan, sehingga distribusi tetap berjalan efisien dan tepat waktu meskipun terdapat tantangan alam yang dihadapi.
Sebagai informasi, Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia yang menjadi urat nadi transportasi dan logistik utama bagi masyarakat di Kalimantan Barat. Karena ketergantungannya yang tinggi pada jalur air, penurunan debit sungai saat musim kemarau seringkali menjadi tantangan bagi distribusi barang pokok dan energi, sehingga diperlukan infrastruktur pendukung seperti tangki penyangga untuk menjaga ketahanan pasokan di wilayah pedalaman.






