Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp215,79 Triliun, OJK Sebut Kinerja Tetap Positif
Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja positif sektor perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan total aset mencapai Rp215,79 triliun hingga akhir tahun 2023. Pencapaian ini menunjukkan stabilitas dan pertumbuhan yang kuat dalam industri keuangan di provinsi tersebut.
Kepala OJK Perwakilan Sulsel, Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa pertumbuhan aset perbankan ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menabung dan berinvestasi di bank. "Masyarakat mulai menyadari pentingnya menggunakan jasa perbankan untuk pengelolaan keuangan yang lebih baik," ujarnya dalam konferensi pers di Makassar, Selasa (24/10/2023).
- Peningkatan Kredit: Selain aset, OJK juga melaporkan adanya peningkatan dalam penyaluran kredit yang mencapai Rp150 triliun, dengan sektor UMKM menjadi penopang utama pertumbuhan ini.
- Rasio NPL Stabil: Rasio Non-Performing Loan (NPL) perbankan di Sulsel tetap terjaga di angka 2,5%, menunjukkan bahwa kualitas kredit masih baik dan risiko kredit dapat dikendalikan.
- Dukungan Regulasi: OJK juga menyoroti dukungan regulasi yang terus diperkuat untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pertumbuhan perbankan di Sulsel.
Iwan menyatakan, kedepannya OJK akan terus memantau perkembangan sektor perbankan di Sulsel dan berupaya mendukung inovasi produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Kami berharap ke depan perbankan di Sulsel semakin tumbuh dan berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah," tutupnya.
Pertumbuhan aset ini juga mencerminkan optimisme para pelaku ekonomi di Sulsel, di tengah tantangan global dan domestik. Diharapkan, masyarakat semakin percaya untuk berinvestasi dan mengelola keuangan mereka melalui lembaga-lembaga perbankan yang ada.