PORTALSOLUSINDO
Nasional

Atalia Praratya Kecam Bupati Purwakarta yang Buat Lagu Rendahkan Perempuan, 'Saya tak Habis Pikir'

Oleh: Siti AminahRabu, 01 Juli 2026 pukul 15.41
Atalia Praratya Kecam Bupati Purwakarta yang Buat Lagu Rendahkan Perempuan, 'Saya tak Habis Pikir'
[Iklan AdSense 728x90]

Atalia Praratya Kecam Bupati Purwakarta yang Buat Lagu Rendahkan Perempuan, 'Saya tak Habis Pikir'

Jakarta - Atalia Praratya, istri dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menyampaikan kecaman tegas terhadap tindakan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, yang baru-baru ini menciptakan lagu yang dianggap merendahkan perempuan. Dalam pernyataannya, Atalia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat diterima dan sangat menyedihkan.

Dalam sebuah wawancara, Atalia menyatakan, "Saya tak habis pikir ada seorang pemimpin daerah yang justru mengangkat isu yang seharusnya dilindungi. Lagu yang dia ciptakan menyinggung dan merendahkan martabat perempuan. Seharusnya, sebagai pemimpin, dia harus menjadi contoh yang baik, bukan sebaliknya."

Lagu yang Kontroversial

Kontroversi bermula ketika lagu yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta viral di media sosial. Banyak netizen menyebutkan bahwa lirik lagu tersebut tidak hanya kasar, tetapi juga menggambarkan stereotip negatif terhadap perempuan. Masyarakat dan aktivis hak asasi manusia mulai meluapkan ketidakpuasan mereka terhadap lirik yang dianggap seksis tersebut.

Respon Masyarakat

  • Netizen mengutuk tindakan Bupati Purwakarta dan meminta agar beliau segera meminta maaf.
  • Activists bergerak untuk mengadakan diskusi publik mengenai perlunya menghormati perempuan dalam karya seni.
  • Sejumlah organisasi perempuan menyatakan bahwa lagu tersebut mencederai upaya untuk mencapai kesetaraan gender.

Pentingnya Kesetaraan Gender

Atalia Praratya menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam masyarakat. "Kita harus mulai menciptakan lingkungan yang menghargai dan memberdayakan perempuan. Pemimpin publik seharusnya menjadi pelindung, bukan menjadikan mereka alat untuk merendahkan," ujarnya.

Sementara itu, kekecewaan terhadap Bupati Purwakarta terus meningkat, dan banyak yang mengharapkan langkah konkret dari pihak berwenang agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Pernyataan ini pun diharapkan bisa menggugah kesadaran publik akan perlunya dialog yang konstruktif mengenai peran perempuan dalam seni dan media, serta mengedukasi masyarakat untuk menolak segala bentuk diskriminasi.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.