PORTALSOLUSINDO
Ekonomi

Bahlil: Indonesia tak Lagi Impor Solar setelah Program B50 Diterapkan

Oleh: Andi PratamaKamis, 09 Juli 2026 pukul 17.40
Bahlil: Indonesia tak Lagi Impor Solar setelah Program B50 Diterapkan
[Iklan AdSense 728x90]

Bahlil: Indonesia Tak Lagi Impor Solar Setelah Program B50 Diterapkan

Jakarta, Indonesia - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia tidak akan lagi bergantung pada impor solar setelah penerapan program B50. Program ini merupakan salah satu langkah signifikan dalam mencapai ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Bahlil menjelaskan bahwa program B50, yang mengharuskan campuran biodiesel sebesar 50% dalam bahan bakar solar, diharapkan mampu mengurangi jumlah impor solar yang selama ini dilakukan Indonesia. "Dengan diluncurkannya B50, kami optimis Indonesia dapat memproduksi cukup biodiesel untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," tuturnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/11).

Dia menambahkan bahwa keberhasilan program ini juga akan berdampak pada pengembangan sektor pertanian, khususnya terkait dengan produksi minyak nabati sebagai bahan baku biodiesel. Hal ini guna mendukung visi Indonesia sebagai produsen biodiesel terbesar di dunia.

  • Poin-Poin Penting terkait Program B50:
  • Program B50 bertujuan untuk mencapai 50% campuran biodiesel dengan solar.
  • Pengurangan ketergantungan terhadap impor serta peningkatan ketahanan energi nasional.
  • Dampak positif bagi sektor pertanian melalui peningkatan produksi minyak nabati.

Melalui program ini, pemerintah Indonesia juga berharap dapat mengurangi emisi karbon serta berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim. Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan petani dalam mendukung keberhasilan program ini.

"Kami ingin seluruh lapisan masyarakat terlibat dalam pembangunan sektor energi terbarukan di Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak sangat vital agar Indonesia tidak hanya mandiri dalam energi, tetapi juga berperan aktif dalam mengatasi perubahan iklim," tutup Bahlil.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.