PORTALSOLUSINDO
Ekonomi

Bahlil Sebut 56 Persen Solar Sudah Pakai B50

Oleh: Rizky PratamaKamis, 09 Juli 2026 pukul 16.39
Bahlil Sebut 56 Persen Solar Sudah Pakai B50
[Iklan AdSense 728x90]

Bahlil Sebut 56 Persen Solar Sudah Pakai B50

Jakarta - Dalam upaya meningkatkan penggunaan bahan bakar nabati, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 56 persen solar di Indonesia telah memanfaatkan campuran B50. Hal ini merupakan langkah positif dalam pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta untuk mendukung program energi berkelanjutan di Tanah Air.

Bahlil menyampaikan informasi tersebut dalam sebuah rapat kerja bersama dengan anggota Komisi VII DPR RI pada Rabu (25/10). Dalam kesempatan tersebut, ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong penggunaan energi terbarukan.

Pentingnya Campuran B50

Campuran B50 mengacu pada penggunaan 50 persen minyak nabati yang dicampurkan dengan 50 persen solar. Bahan ini dianggap lebih ramah lingkungan dan dapat membantu meminimalkan emisi karbon dioksida.

Bahlil menjelaskan, “Penggunaan B50 tidak hanya berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian petani melalui peningkatan permintaan akan bahan baku nabati, seperti kelapa sawit,” ujarnya.

Target Ke Depan

Ke depan, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah juga menargetkan peningkatan penggunaan biodiesel menjadi B100, yakni 100 persen menggunakan bahan baku nabati. Penambahan tersebut diharapkan dapat menciptakan ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

  • Memperkuat industri biodiesel dalam negeri
  • Meningkatkan kesejahteraan petani melalui efisiensi pasar
  • Mengurangi dampak pencemaran lingkungan

“Kami percaya bahwa dengan pelaksanaan yang tepat, target ini bisa tercapai dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Bahlil. Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk ikut serta dalam transisi menuju energi yang lebih bersih akan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Kesimpulan

Pernyataan Bahlil ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi isu-isu lingkungan dan ketahanan energi dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Diharapkan, langkah ini akan merangsang inovasi dan investasi di sektor energi terbarukan di Indonesia.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.