BAKTI Komdigi Dorong Guru Kuasai AI untuk Percepat Pemulihan Pendidikan Pascabencana
Jakarta, 10 Oktober 2023 - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komputer dan Digital (Komdigi) mendorong para guru di Indonesia untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana, yang belakangan ini mengalami banyak tantangan.
Dalam sebuah seminar yang digelar secara virtual, Kepala BAKTI Komdigi, Yulius Prabowo, menjelaskan bahwa kemampuan guru untuk menguasai teknologi AI akan membantu menciptakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. "AI dapat digunakan untuk menghasilkan konten pendidikan yang adaptif dan personalisasi sesuai dengan kebutuhan siswa," ujarnya.
Seminar tersebut juga menghadirkan beberapa narasumber nasional yang berpengalaman dalam bidang pendidikan dan teknologi informasi. Mereka membagikan pengalaman, alat, dan teknik terbaru dalam mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum pendidikan.
Penerapan AI dalam Pendidikan
Penerapan AI dalam pendidikan dianggap penting, terutama dalam konteks pemulihan pendidikan yang terganggu akibat bencana alam seperti gempa bumi dan banjir. Menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ribuan sekolah mengalami kerusakan dan banyak siswa kehilangan akses untuk belajar secara efektif.
- Personalisasi pengalaman belajar
- Mengurangi kesenjangan pendidikan di daerah terpencil
- Pengawasan dan evaluasi yang lebih baik terhadap kemajuan belajar siswa
- Menyediakan sumber belajar yang bervariasi dan mudah diakses
BAKTI Komdigi berencana untuk mengadakan pelatihan dan workshop secara berkala bagi guru-guru di seluruh Indonesia. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan alat berbasis AI, sehingga para pendidik dapat lebih siap menghadapi tantangan di era digital.
Dukungan dari Pemerintah dan LSM
Inisiatif ini juga didukung oleh berbagai lembaga non-pemerintah yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Mereka berjanji untuk memberikan bantuan materi dan pelatihan teknis bagi guru-guru di daerah yang paling terdampak bencana.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan juga mendukung penuh penggunaan teknologi dalam pendidikan. Dengan demikian, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat dan pemulihan pascabencana bisa lebih cepat tercapai.