Pulau Bali kini tengah memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui inisiatif Bali World of Care 2026. Salah satu fokus utama dalam agenda ini adalah penguatan konservasi hutan mangrove yang dipandang sebagai solusi strategis dalam menghadapi dampak nyata perubahan iklim global.
Upaya pelestarian mangrove di Bali kini tidak lagi dipandang sebagai kegiatan penghijauan rutin semata. Pendekatan yang diambil kini lebih komprehensif, di mana perlindungan ekosistem pesisir diintegrasikan ke dalam skema ekonomi rendah karbon. Strategi ini dilakukan melalui pengembangan konsep 'blue carbon' atau karbon biru, yakni kemampuan ekosistem laut dan pesisir dalam menyerap serta menyimpan karbon dalam jumlah besar.
Dengan mengoptimalkan potensi karbon biru, konservasi mangrove diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis seperti mencegah abrasi pantai dan melindungi biodiversitas laut, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi. Transformasi ini menjadi langkah penting bagi Bali dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus menciptakan model pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan alam.
Implementasi program ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi kesadaran masyarakat lokal dan pemangku kepentingan mengenai pentingnya menjaga garis pantai. Melalui sinergi antara pemerintah dan komunitas, Bali berupaya memastikan bahwa ekosistem mangrove tetap terjaga guna menjamin ketahanan lingkungan bagi generasi mendatang di tengah ancaman kenaikan permukaan air laut.






