Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan apresiasi terhadap perkembangan sistem transportasi publik di Jakarta. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan rasa syukur karena pengelolaan transportasi di ibu kota saat ini dinilai memiliki performa yang lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi transportasi di New York, Amerika Serikat.
Pramono menilai bahwa integrasi dan efektivitas moda transportasi di Jakarta telah menunjukkan kemajuan signifikan. Menurutnya, kemudahan akses serta keterhubungan antar moda transportasi publik di Jakarta memberikan kenyamanan lebih bagi para penggunanya dalam bermobilitas di tengah kepadatan kota.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai upaya perbaikan infrastruktur dan manajemen transportasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Fokus pada peningkatan layanan publik menjadi prioritas utama guna memastikan warga Jakarta dapat berpindah dari satu titik ke titik lain dengan efisien dan tepat waktu.
Meski memberikan pujian, Pramono tetap mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pemeliharaan fasilitas serta pengembangan rute-rute baru. Hal ini diperlukan agar cakupan layanan transportasi publik semakin luas dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di berbagai wilayah DKI Jakarta, sehingga ketergantungan pada kendaraan pribadi dapat terus dikurangi.
Sebagai kota megapolitan, Jakarta memang terus berupaya memodernisasi sistem transportasinya melalui pengembangan MRT, LRT, serta optimalisasi TransJakarta. Upaya ini sejalan dengan tren global di kota-kota besar dunia yang mulai beralih dari orientasi kendaraan pribadi menuju konsep pembangunan kota yang berorientasi transit (Transit Oriented Development), guna menekan angka kemacetan dan polusi udara yang menjadi tantangan kronis di kota-kota besar.






