Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia menunjukkan kepeduliannya terhadap para korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai langkah nyata dalam proses pemulihan pascabencana, Baznas RI secara resmi membangunkan 10 unit hunian sementara atau huntara yang diperuntukkan bagi para penyintas gempa bumi di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil untuk memberikan tempat bernaung yang lebih layak dan aman bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat guncangan gempa. Pembangunan huntara ini diharapkan dapat mengurangi beban psikologis serta fisik para korban yang selama ini terpaksa tinggal di tenda darurat atau tempat penampungan sementara yang kurang memadai.
Proses pembangunan fasilitas hunian ini merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat untuk kepentingan kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana alam di berbagai pelosok Indonesia. Dengan adanya huntara ini, para penyintas dapat memiliki ruang privasi dan keamanan yang lebih baik sambil menunggu proses rehabilitasi serta pembangunan kembali rumah permanen mereka.
Baznas berharap bantuan berupa hunian sementara ini dapat mempercepat proses pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Selain menyediakan tempat tinggal, koordinasi dengan pemerintah daerah setempat juga terus diperkuat guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak para korban di lapangan.
Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, Baznas memiliki peran strategis dalam pengelolaan dana sosial keagamaan di Indonesia. Dalam situasi darurat bencana, lembaga ini sering kali menjadi garda terdepan dalam penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur dasar seperti rumah sementara. Upaya ini sejalan dengan misi kemanusiaan untuk meringankan penderitaan masyarakat yang tertimpa musibah di berbagai wilayah rawan bencana di tanah air.






