Bea Cukai Tetapkan PT Shoenary Javanesia Inc Sebagai Kawasan Berikat Mandiri untuk Dorong Ekspor
Jakarta, 1 November 2023 - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah resmi menetapkan PT Shoenary Javanesia Inc sebagai Kawasan Berikat Mandiri. Penetapan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri, khususnya di sektor sepatu dan alas kaki, serta mendongkrak aktivitas ekspor barang.
Meningkatkan Daya Saing Ekspor
Dalam acara penandatanganan yang berlangsung di Jakarta, Kepala DJBC, Askolani, menyampaikan bahwa penetapan ini merupakan langkah strategis untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional. "Dengan status Kawasan Berikat Mandiri, PT Shoenary Javanesia Inc akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam proses importasi bahan baku dan ekspor produk jadi," ujarnya.
Manfaat Kawasan Berikat Mandiri
- Pemangkasan Biaya Produksi: Proses pengimporan bahan baku tanpa dikenakan bea masuk, sehingga menekan biaya produksi.
- Peningkatan Produk Ekspor: Memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dan kompetitif untuk pasar global.
- Penciptaan Lapangan Kerja: Dengan peningkatan produksi, diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Dukungan terhadap UKM
Askolani juga menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendukung pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat bersaing di pasar internasional. Di dalam kesempatan yang sama, pihak PT Shoenary Javanesia Inc berharap agar penetapan ini menjadi momentum bagi perkembangan sektor sepatu Indonesia yang lebih baik.
Kesempatan untuk Berinvestasi
Sementara itu, Investor relation dari PT Shoenary Javanesia Inc, Joni Setiawan, menyatakan kesiapan perusahaan untuk melakukan investasi lebih lanjut dalam pengembangan pabrik dan penambahan tenaga kerja. "Kami berkomitmen untuk berkontribusi pada perekonomian nasional dengan menghadirkan produk terbaik ke pasar dunia," tuturnya.
Harapan ke Depan
Dengan ditetapkannya PT Shoenary Javanesia Inc sebagai Kawasan Berikat Mandiri, diharapkan dapat menambah jumlah pelaku usaha yang berpartisipasi aktif dalam program ekspor dan membantu Indonesia untuk mencapai target perdagangan yang lebih tinggi di kancah internasional.