Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperketat pengawasan terhadap sejumlah titik yang diduga kuat menjadi lokasi praktik prostitusi di wilayahnya. Langkah tegas ini diambil guna menjaga ketertiban umum dan norma sosial di masyarakat.
Sebagai bentuk tindakan nyata, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo melakukan operasi penertiban yang menyasar beberapa lokasi mencurigakan. Hasil dari operasi yang digelar pada Senin (28/9) tersebut, petugas berhasil mengidentifikasi dan menutup tiga lokasi yang diduga menjadi tempat prostitusi.
Ketiga titik yang ditindak tersebut tersebar di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Besuk dan Kecamatan Paiton. Penutupan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membersihkan wilayah Probolinggo dari praktik asusila yang meresahkan warga sekitar.
Meski tiga lokasi telah resmi ditutup, pihak Satpol PP mengakui bahwa pengawasan tidak berhenti sampai di situ. Petugas dilaporkan masih terus memantau sejumlah titik lain yang diduga memiliki aktivitas serupa. Pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan tidak ada lokasi prostitusi terselubung yang kembali beroperasi setelah dilakukan penertiban.
Upaya preventif dan represif ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku usaha yang menyalahgunakan tempat tinggal atau bangunan untuk kegiatan prostitusi. Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat untuk turut aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggal mereka guna mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan bermoral.






