Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Isma Yatun, menyampaikan dua usulan perubahan strategis terkait tata kelola International Organization of Supreme Audit Institutions (INCOSAI) dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Bali. Langkah ini diambil guna memastikan organisasi audit tertinggi di tingkat global dapat beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman dan memberikan dampak yang lebih nyata.
Dalam paparannya, Isma Yatun menekankan pentingnya melakukan evaluasi terhadap mekanisme pengelolaan organisasi agar lebih efisien dan relevan. Dua poin perubahan strategis yang diusulkan tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarlembaga pemeriksa keuangan dari berbagai negara serta meningkatkan kualitas output dari setiap pertemuan INCOSAI.
Menurut Isma, perubahan ini bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan langkah fundamental untuk meningkatkan peran INCOSAI dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas keuangan publik di skala internasional. Dengan adanya transformasi ini, diharapkan standar audit global dapat diterapkan secara lebih konsisten dan mampu menjawab tantangan kompleksitas pengelolaan keuangan negara di masa depan.
Usulan ini mendapat perhatian serius dari para delegasi negara anggota yang hadir dalam pertemuan tersebut. Sinergi antara berbagai lembaga audit tertinggi dunia menjadi kunci utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab, di mana Indonesia melalui BPK berupaya mengambil peran aktif dalam memberikan arah baru bagi organisasi tersebut.
Sebagai informasi, INCOSAI merupakan organisasi internasional yang menghimpun lembaga pemeriksa keuangan tertinggi dari berbagai negara di seluruh dunia. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah kolaborasi untuk mengembangkan standar audit profesional serta berbagi praktik terbaik dalam pengawasan keuangan negara guna meningkatkan tata kelola publik yang akuntabel di tingkat global.




