Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan pentingnya percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Pernyataan ini disampaikan oleh pihak BSSN setelah lembaga tersebut menerima penghargaan dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut BSSN, digitalisasi bukan sekadar peralihan penggunaan teknologi, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam tata kelola pemerintahan. Dengan mengintegrasikan sistem digital secara menyeluruh, diharapkan koordinasi antarinstansi dapat berjalan lebih sinkron dan pelayanan publik menjadi lebih cepat serta akurat.
Penghargaan yang diterima dari BPS menjadi momentum bagi BSSN untuk terus memperkuat komitmennya dalam mengawal keamanan siber nasional. Dalam proses digitalisasi, aspek keamanan data menjadi prioritas utama guna mencegah terjadinya kebocoran informasi sensitif negara serta melindungi infrastruktur kritis dari ancaman serangan siber yang kian kompleks.
Lebih lanjut, BSSN mengajak seluruh pemangku kepentingan di pemerintahan untuk tidak hanya fokus pada pengadaan perangkat keras, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Literasi digital bagi aparatur sipil negara (ASN) dinilai sangat krusial agar implementasi teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat luas.
Upaya digitalisasi pemerintahan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemerintahan yang lebih lincah (agile) dalam merespons kebutuhan warga. Integrasi data yang valid dan aman akan menjadi fondasi utama dalam pengambilan kebijakan berbasis data yang lebih tepat sasaran bagi pembangunan nasional.






