Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengungkapkan bahwa peluncuran buku berjudul "Dampak MotoGP Mandalika" berfungsi sebagai instrumen penting untuk menganalisis pengaruh penyelenggaraan ajang balap dunia terhadap perkembangan kawasan Mandalika. Buku ini diharapkan menjadi referensi dalam memetakan sejauh mana event berskala internasional tersebut memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan wilayah sekitarnya.
Menurut Maya, kehadiran buku ini bertujuan untuk menegaskan identitas Mandalika bukan sekadar sebagai tempat berlangsungnya balapan, melainkan sebagai kawasan 'sports entertainment' atau hiburan olahraga yang terintegrasi. Dengan pendekatan ini, Mandalika diproyeksikan mampu menarik minat wisatawan tidak hanya saat agenda balapan berlangsung, tetapi juga dalam jangka panjang melalui berbagai aktivitas pendukung lainnya.
Pengembangan kawasan Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga diharapkan dapat menciptakan efek pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal. Fokus utama dari strategi ini adalah mengintegrasikan fasilitas olahraga kelas dunia dengan daya tarik wisata alam dan budaya, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik secara konsisten.
Melalui dokumentasi dalam buku tersebut, InJourney ingin menunjukkan bahwa investasi besar pada infrastruktur sirkuit dan fasilitas penunjang di Mandalika memiliki dampak positif yang luas. Hal ini mencakup peningkatan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM lokal, hingga penguatan citra pariwisata Indonesia di mata dunia sebagai destinasi yang mampu menyelenggarakan event olahraga global dengan standar tinggi.






