PORTALSOLUSINDO
Gaya Hidup

Candu Berita Buruk: Mengapa Kita Susah Berhenti Doomscrolling?

Oleh: Siti AminahKamis, 09 Juli 2026 pukul 09.39
Candu Berita Buruk: Mengapa Kita Susah Berhenti Doomscrolling?
[Iklan AdSense 728x90]

Candu Berita Buruk: Mengapa Kita Susah Berhenti Doomscrolling?

Dalam era digital yang semakin maju, istilah doomscrolling atau tergoda untuk terus-menerus membaca berita buruk menjadi semakin akrab di telinga kita. Meskipun kita tahu bahwa terus menerus terpapar informasi negatif dapat mempengaruhi kesehatan mental, banyak dari kita masih terjebak dalam kebiasaan ini. Lalu, apa sebenarnya yang membuat kita sulit untuk berhenti doomscrolling?

1. Kecanduan Dopamin

Salah satu penyebab utama dari doomscrolling adalah respons otak kita terhadap berita. Ketika kita menemukan berita yang mengejutkan atau menegangkan, otak kita mengeluarkan dopamin, hormon yang membuat kita merasa senang. Meskipun berita tersebut negatif, tuntutan untuk terus membaca berita dapat menjadi sangat adiktif.

2. Rasa Insecure dan Ketidakpastian

Berita buruk sering kali mengingatkan kita pada ketidakpastian yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi yang tidak pasti, banyak orang merasa tertekan dan cemas. Doomscrolling memberi rasa 'pengendalian' sementara, karena kita merasa jika kita terus mengikuti berita, kita bisa lebih siap menghadapi situasi yang dihadapi.

3. Pengaruh Sosial Media

Sosial media memainkan peran besar dalam kebiasaan doomscrolling. Dengan algoritma yang cenderung mempromosikan konten yang mendapat banyak perhatian, pengguna sering kali terjebak dalam siklus berita buruk. Hal ini diperburuk dengan adanya sharing berita oleh teman-teman atau orang-orang terdekat, yang semakin mendorong kita untuk mengikuti alur cerita.

4. Perilaku Manusia yang Alami

Secara psikologis, manusia cenderung lebih memperhatikan ancaman daripada berita positif. Fenomena ini dikenal sebagai negativity bias, di mana kita lebih merespons informasi negatif dibandingkan informasi positif. Ini adalah mekanisme bertahan yang telah ada sejak zaman purba, tetapi di dunia modern, hal ini malah berujung pada perilaku doomscrolling.

5. Solusi untuk Menghentikan Doomscrolling

  • Batasi Waktu Membaca Berita: Tentukan waktu tertentu untuk mengakses berita dan patuhi batas tersebut.
  • Pilih Sumber Berita: Pastikan hanya mengikuti sumber berita terpercaya dan yang seimbang dalam penyampaian informasi.
  • Curasi Konten Media Sosial: Unfollow atau mute akun yang terlalu sering membagikan berita buruk.
  • Cari Konten Positif: Alihkan perhatian dengan konten yang lebih positif dan inspiratif.

Meskipun doomscrolling menjadi bagian dari kebiasaan banyak orang saat ini, sangat penting untuk menyadari dampak negatifnya terhadap kesehatan mental kita. Dengan mengadopsi kebiasaan konsumsi berita yang lebih baik, kita bisa mengurangi stres dan kecemasan yang ditimbulkan dari berita-berita buruk.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.