China Diperkirakan Punya Lebih 500 Jet Siluman J-20, Mengapa AS dan Sekutunya Kian Khawatir?
Dalam sebuah laporan terbaru, diperkirakan bahwa China akan memiliki lebih dari 500 unit jet siluman J-20 pada akhir dekade ini. Pertumbuhan pesat armada pesawat tempur ini membuat Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya mulai merasa waspada terhadap kekuatan udara yang terus berkembang dari Negeri Tirai Bambu.
Jet siluman J-20, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2016, merupakan salah satu pesawat tempur tercanggih yang dimiliki oleh Angkatan Udara Pembebasan Rakyat (PLAAF) China. Dengan desain yang mengutamakan teknologi siluman, J-20 dirancang untuk menghindari deteksi radar enemy dan memiliki kemampuan tempur yang tinggi.
Mengapa J-20 Menjadi Fokus Perhatian?
- Kemampuan Siluman: J-20 didesain untuk mengurangi jejak radar, sehingga sulit terdeteksi oleh pesawat tempur dan sistem pertahanan udara musuh.
- Range dan Amunisi: Pesawat ini memiliki jangkauan yang lebih jauh dibandingkan banyak jet tempur Western, dengan kemampuan membawa amunisi dalam jumlah besar.
- Teknologi Canggih: Dilengkapi dengan teknologi terkini, J-20 dapat beroperasi dalam berbagai kondisi tempur dan memiliki sistem avionik yang sangat mutakhir.
Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, Jack Reed, menyatakan, "J-20 menghadirkan tantangan serius bagi kekuatan udara kita. Kita perlu mempertimbangkan respons yang tepat untuk menjaga keunggulan strategis kita di Indo-Pasifik."
Peningkatan Anggaran Militer China
Pemerintah China terus meningkatkan anggaran militernya, dengan fokus pada modernisasi dan peningkatan kapasitas tempur. Menurut laporan, China mengalokasikan lebih dari 200 miliar dolar AS untuk pertahanan tahun ini, menjadikannya sebagai salah satu negara dengan anggaran militer terbesar di dunia.
Seiring dengan meningkatnya jumlah jet J-20, AS dan sekutunya diperkirakan akan memperkuat kehadiran militer mereka di kawasan Asia-Pasifik untuk menyeimbangkan kekuatan. Latihan militer yang lebih sering dan pengadaan teknologi pertahanan baru menjadi langkah strategis untuk menghadapi ancaman yang semakin nyata dari China.
Kesimpulan
Perkembangan pesawat tempur J-20 menunjukkan komitmen kuat China dalam meningkatkan kekuatan militernya. Kondisi ini tentunya memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara lain, terutama di AS dan sekutu-sekutunya, yang harus mempersiapkan diri menghadapi dinamika baru dalam geopolitik global.