Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan rencana strategis untuk memperkuat kinerja PT Industri Kereta Api (INKA). Langkah utama yang akan ditempuh adalah melalui pemberian tambahan modal guna mendorong optimalisasi operasional perusahaan manufaktur sarana perkeretaapian tersebut.
Menurut Dony, penambahan modal ini dipandang perlu agar PT INKA memiliki fondasi finansial yang lebih kokoh dalam menjalankan mandatnya sebagai produsen kereta api nasional. Dengan dukungan pendanaan yang lebih kuat, diharapkan PT INKA dapat meningkatkan efisiensi produksi, mempercepat pengembangan teknologi, serta memperluas jangkauan pasar baik di tingkat domestik maupun internasional.
Langkah penguatan modal ini merupakan bagian dari strategi besar Danantara dalam mengelola dan mengawasi BUMN agar lebih kompetitif dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Fokus utama dari intervensi modal ini adalah untuk memastikan bahwa target-target strategis perusahaan dapat tercapai tepat waktu dan dengan standar kualitas yang tinggi.
Selain dukungan finansial, penguatan kinerja PT INKA juga diharapkan mampu mendorong kemandirian industri transportasi di Indonesia. Dengan peningkatan kapasitas produksi dan inovasi teknologi, PT INKA diproyeksikan dapat mengurangi ketergantungan pada komponen impor serta menjadi pemain kunci dalam pembangunan infrastruktur transportasi massal yang sedang digencarkan pemerintah.
Sebagai informasi, PT INKA merupakan satu-satunya perusahaan manufaktur sarana perkeretaapian terintegrasi di Asia Tenggara. Perusahaan ini tidak hanya melayani kebutuhan transportasi dalam negeri, tetapi juga telah melakukan ekspor kereta api ke berbagai negara di Asia dan Afrika, menjadikannya salah satu aset strategis nasional dalam sektor industri berat.






