PORTALSOLUSINDO
Nasional

Demi Bangun Pemukiman Elite, Belanda Gusur Ribuan Rumah Orang Betawi di Kebayoran Baru

Oleh: Rizky PratamaKamis, 09 Juli 2026 pukul 01.34
Demi Bangun Pemukiman Elite, Belanda Gusur Ribuan Rumah Orang Betawi di Kebayoran Baru
[Iklan AdSense 728x90]

Demi Bangun Pemukiman Elite, Belanda Gusur Ribuan Rumah Orang Betawi di Kebayoran Baru

Kebayoran Baru, Jakarta - Proyek pembangunan pemukiman elite yang digagas oleh pemerintah Belanda mengakibatkan penggusuran ribuan rumah warga Betawi di wilayah Kebayoran Baru. Langkah ini memicu protes dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat dan aktivis hak asasi manusia.

Kebayoran Baru, yang dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah di Jakarta, kini tengah menghadapi perubahan besar yang berpotensi merusak nilai-nilai budaya dan keutuhan komunitas. Dengan rencana pembangunan yang dicanangkan, pemerintah Belanda berencana membangun kompleks hunian eksklusif yang ditujukan untuk menarik investasi asing.

  • Penyebab Penggusuran: Proyek ini diusulkan sebagai solusi untuk mengatasi masalah urbanisasi yang cepat di Jakarta, namun hal ini dilakukan dengan cara yang kontroversial.
  • Tanggapan Warga: Masyarakat Betawi di daerah ini merasa terpinggirkan dan kehilangan hak atas tanah yang secara turun-temurun mereka huni.
  • Reaksi Pemerintah: Pihak berwenang menyatakan bahwa penggusuran ini dilakukan dengan ganti rugi yang sesuai, namun banyak warga merasa jumlah tersebut tidak mencukupi untuk mencari tempat tinggal baru.

Pihak-pihak terkait, termasuk organisasi non-pemerintah, menyerukan agar dialog terbuka segera dilakukan antara pemerintah Belanda dan perwakilan masyarakat untuk mencari solusi terbaik. “Kami tidak menolak perkembangan, tetapi seharusnya pemerintah juga memperhatikan aspek sosial dan budaya dari masyarakat yang ada di sana,” ungkap salah satu perwakilan warga.

Keseluruhan situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya lokal. Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh akademis berpendapat bahwa pelaksanaan proyek pembangunan tidak bisa dilakukan dengan cara mengorbankan masyarakat lokal.

Saat berita ini ditulis, penggusuran masih berlangsung dan warga setempat meminta dukungan dari masyarakat luas untuk mencegah kehilangan tempat tinggal mereka. Aksi solidaritas dari berbagai elemen masyarakat rencananya akan dilakukan di depan gedung pemerintah setempat sebagai bentuk protes terhadap penggusuran ini.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.